Search This Blog

Wednesday, November 11, 2015

Soto.... oh... Soto....

#kuliner_malang
#omnivora_adventure

Menurut Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari
Caudo lambat laun menjadi Soto, orang Makassar menyebutnya Coto, dan orang
Pekalongan menyebutnya Tauto bahkan beberapa tempat ada yang menyebutnya Sauto.

Soto juga kemungkinan mendapat pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto yang menggunakan kunyit dan orang Jawa menambahkan perasan jeruk limau serta kemiri, 
sedangkan dari Tionghoa sendiri adalah penambahan bawang goreng kering yang diiris tipis, serbuk koya dan bihun atau su'un. 

Akulturasi inilah yang menyebabkan makanan lokal kita semakin nendang dilidah dan sulit ditiru oleh bangsa lain. 

Kali ini saya menikmati soto nikmat yang sudah jadi langganan sejak saya masih imut imut,
Soto Babon ( babon = istilah untuk ayam betina , konotasinya jadi lebih empuk dagingnya )
Lokasi : jl. Susamto ( Bentoel lama , dekat pasar besi tua )
Jam buka 08.00 - 18.00 ( kadang tutup lebih cepat kalau habis )
Mas Bibit sang pemilik yang ramah melontarkan kata2 khasnya : Makan disini? koyok biasa'ne? ok boss......

Dari harga masih 800 rupiah th 1990 sampai sekarang jadi 8000 rupiah, rasa tidak berubah.
Nasi punel dengan topping ayam suwir yang empuk, jerohan nikmat, dipadu su'un kenyal dan kubis segar. Disiram kuah kuning panas mengepul yang menguarkan bau semerbak, soto ini memang legenda dalam ingatan masa kecil saya .

Jangan lupa tambahkan perasan jeruk nipis dan kucuran kecap manis serta sedikit sambal.
Nikmati segera gak usah toleh kanan kiri :D

Yuk sarapan ...










No comments:

Post a Comment