Search This Blog

Tuesday, December 20, 2016

Kesahajaan, kadang dapat menjadi sumber kenikmatan

Hellow food lover
Jumpa kembali dengan saya Mr. Omnivora disini.

Ada beberapa orang yang penasaran, kenapa julukan saya begitu (omnivora) ?
Well.... itu karena practically saya bisa makan (makanan) apa saja.

Mau sayuran ok , mau dedagingan hajar saja
Mau yang halal bagus, yang haram pun saya bisa (asal bukan haram karena nyolong ya)
Mau yang standard ok, yang ekstrem pun saya berani
Makanan mahal saya pernah makan, yang murah pun saya tidak segan

So, itulah sebabnya oleh beberapa rekan menjuluki saya Mr.Omnivora, dan itu terbawa sampai sekarang.....

Baiklah, setelah 3 blog kemarin saya post bersambung tentang petualangan Semarang tentang makanan makanan yang cukup mahal, tetapi karena Oom Omni ikut rombongan team delegasi FQ Malang, jadinya semua yang dimakan kemaren gratis... tis... tis... 
( lucky me hahaha.... )

Kini Oom Omni akan post tentang makanan yang murah meriah.
Ingat, murah belum tentu berarti murahan.....

Petualangan bermula karena mendengar sebuah kisah, kisah tentang sebuah warung di laman facebook teman. Konon walaupun warung tersebut terletak di pusat kota Malang tercinta, harganya benar benar nDeso, alias murah banget.....
Bagaimana berita ini tidak membuat saya klepek klepek penisirin ??

Akhirnya cuss...lah saya ke TeKaPe yang berlokasi di belakang Balai Kota Malang.
Warung ini berada di jalan GajahMada, dan karena posisinya ada di depan halaman Resto Inggil yang terkenal sebagai etnik resto berkelas, maka beberapa orang menyebut tempat ini sebagai warung Inggil 2 , hahahaha.... Padahal Pak Hari Purnomo, pengelolanya, biasa menyebut tempatnya ini sebagai Warung Isor Nongko (warung di bawah pohon nangka).

Warung ini berkonsep seperti warung tegal, jadi mereka menyiapkan banyak sekali lauk dan sayuran, kemudian pengunjung yang datang tinggal minta nasi seberapa banyak dan main tunjuk sayur dan lauk yang diinginkannya. Maka... Voila...... sepiring nasi pun segera berpindah tangan dari sang penjual ke tangan pembeli yang kelaparan.

Sebenarnya disini sangat membuat Oom Omni galau, kenapa? Karena banyak sekali lauk dan sayur yang tersedia, sehingga saya nggak tau mau pilih yang mana, semua terlihat sedap di mata saya.

Baiklah, akhirnya gambling saja, main tunjuk beberapa sayur dan lauk yang ada, dan berharap, semoga rasanya senikmat tampilannya....


Pilihan Oom Omni jatuh pada nasi dengan lauk :
1. deconstructed bothok ( kenapa saya namakan begitu? karena biasanya bothok dimasak dengan bungkus daun pisang dalam porsi personal, lalu dikukus , sedangkan versi yang ini, segala isian bothoknya dimasak bercampur dalam sebuah panci raksasa, jadi isi dan rupanya benar2 tercampur ) 
2. Dua potong bakwan jagung 
3. Sepotong Cingur (kikil) sapi 
4. Kerupuk

Ketika tersantap, maka terasa kenikmatan dari sebuah kesederhanaan.
Rasa bumbu ala jawa yang teramu baik pada bahan bahan tradisional.
Kombinasi yang cukup baik antara manis, asin, pedas, gurih.....

Bothok nya terasa lekoh dengan bumbu pepek (lengkap) terasa sangat nJawani
Bakwan / dadar jagungnya asin gurih renyah digoreng bagus
Kikilnya lembut gurih dimasak cukup empuk walaupun masih ada sedikit perlawanan saat digigit, menambah semangat juang, eh, makan.....
Dengan diimbangi kerenyahan kerupuk kampung, maka makin lengkaplah tekstur selera berpadu di mulut Oom Omnivora.....

Tanpa terasa sepiring hidangan ini ludes tanpa kenal waktu.....
Sederhana... nikmat..... 

Untuk rasa saya beri nilai (7.5 dari 10) 
Untuk variasi jenis lauk dan makanan nilainya (8 dari 10)
Untuk kebersihan lokasi dan hidangan nilainya (6 dari 10) karena benar2 di pinggir jalan

Dan ketika saya berada di kasir untuk membayar maka nilai untuk harga adalah (9 dari10)
Mengapa? karena untuk sepiring nasi tadi Oom Omni hanya ditarik Rp.10.000,-
IYA..... HANYA SEPULUH RIBU...... warbyasah........
sampai Oom Omni penisirin kembali, apa mbaknya nggak salah hitung ya??

Maka untuk melampiaskan rasa penasaran itu, keesokan harinya Oom Omni kembali lagi sambang ke tempat yang sama.... hahaha..... penasaran apa doyan?

Kembali Oom Omni maen tunjuk beberapa lauk dan sayuran yang ada, karena sudah tahu prosesnya kemaren , maka kali ini lebih berpengalaman.


Kali ini nasi saya dampingi dengan pilihan lauk :
1. Sayur lodeh manisah (labu siam)
2. Urap urap sayuran
3. Sepotong tempe dan bakwan jagung
4. Sepotong Limpa goreng

Ketika disantap, terasa kembali kenikmatan dari sebuah kesederhanaan...
rasa ala jawa yang terasa familiar........ 
Legitnya lodeh berpadu dengan segarnya sayuran urap. Ketika diimbuhi dengan gurihnya gorengan tempe dan bakwan jagung serta didampingi kenyal lembut lezatnya Limpa Goreng membuat Oom Omni kembali kalap menghabiskan sepiring nasi ini tanpa kenal kompromi.....

Nikmat......

Untuk penilaian rasa, hygienitas, dan variasi, sama seperti kemarin
Daaannn... inilah waktu penentuannya.....
Jreng..... jreng..... jreng.....

Mr.Omni    : sampun mbak, pinten? (sudah kakak, berapa?)
si Mbak     : nopo malih mas ? (apa saja kakak?)
Mr. Omni   : sekul, kaliyan lodeh, urap urap, lawuhe tempe ,bakwan jagung, kaliyan limpo
                   (nasi dengan lodeh , urap urap, lauknya tempe, dadar jagung dan limpa goreng) 
si Mbak     : unjukane ? (minumnya)
Mr. Omni   : mboten (nggak pake minum)
si Mbak     : Sedoso mawon , mas (sepuluh ribu saja, kakak)

Jedderrr..... tuh kann... hanya sepuluh ribu sajaaa..... murah banget..... warbyasaahhh.....

Dan akhirnya tempat ini Oom Omni beri julukan warung nikmat dengan harga memikat !!
Hahahahaa.... mantab.....

Demikian kisah petualangan Omnivora kali ini.....
Tunggu kisah kisah selanjutnya yaaa......

Au Revoir......
~fin~

No comments:

Post a Comment