Search This Blog

Thursday, December 3, 2015

Nasihat dari Oom Omnivora

Selarik kata pengingat untukmu…..
Yang seringkali makan terlalu banyak karena hati-mu merana
Yang seringkali tidur terlalu banyak karena jiwa-mu kecewa
Yang seringkali menangis tak henti karena batin-mu terluka

Kutuliskan nasihat ini….
Kunyahlah perasaanmu dengan tegar
Seperti engkau lahap habis sepiring nasi
Karena bagaimanapun
Hidup ini adalah sesuatu yang harus kau makan apa adanya

Apapun lauknya… 

Wednesday, November 11, 2015

Soto.... oh... Soto....

#kuliner_malang
#omnivora_adventure

Menurut Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya, asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari
Caudo lambat laun menjadi Soto, orang Makassar menyebutnya Coto, dan orang
Pekalongan menyebutnya Tauto bahkan beberapa tempat ada yang menyebutnya Sauto.

Soto juga kemungkinan mendapat pengaruh dari budaya India. Ada beberapa soto yang menggunakan kunyit dan orang Jawa menambahkan perasan jeruk limau serta kemiri, 
sedangkan dari Tionghoa sendiri adalah penambahan bawang goreng kering yang diiris tipis, serbuk koya dan bihun atau su'un. 

Akulturasi inilah yang menyebabkan makanan lokal kita semakin nendang dilidah dan sulit ditiru oleh bangsa lain. 

Kali ini saya menikmati soto nikmat yang sudah jadi langganan sejak saya masih imut imut,
Soto Babon ( babon = istilah untuk ayam betina , konotasinya jadi lebih empuk dagingnya )
Lokasi : jl. Susamto ( Bentoel lama , dekat pasar besi tua )
Jam buka 08.00 - 18.00 ( kadang tutup lebih cepat kalau habis )
Mas Bibit sang pemilik yang ramah melontarkan kata2 khasnya : Makan disini? koyok biasa'ne? ok boss......

Dari harga masih 800 rupiah th 1990 sampai sekarang jadi 8000 rupiah, rasa tidak berubah.
Nasi punel dengan topping ayam suwir yang empuk, jerohan nikmat, dipadu su'un kenyal dan kubis segar. Disiram kuah kuning panas mengepul yang menguarkan bau semerbak, soto ini memang legenda dalam ingatan masa kecil saya .

Jangan lupa tambahkan perasan jeruk nipis dan kucuran kecap manis serta sedikit sambal.
Nikmati segera gak usah toleh kanan kiri :D

Yuk sarapan ...










Wednesday, November 4, 2015

Restoran fastfood yang sesungguhnya.....


Kalau teman teman perhatikan, di tiap resto fastfood nge-hits, selalu tampak antrian pembeli yang mengular... kalau kita mau makan pun baru setelah 15 menit kita di depan kasir untuk order (mananya yang fast ? hehehe...)
Karena itu ketika saya kebetulan ada urusan di sawojajar, mampirlah saya ke tempat ini, fastfood yang sesungguhnya, tinggal tuding sana sini, ngga sampe 2 menit saya sudah di meja menghadapi piring yang berlimpah makanan, harganyapun sangat terjangkau (ini baru fastfood - 2minutes ready) kiki emoticon
Lokasi : Depot / Warung Maninjau , jl. Danau Maninjau , rajajowas
Rasa : sangat khas makanan jawa rumahan, dengan berbagai macam sayuran mulai sayur bening sampai lodeh, pilihan lauk yang beragam, mulai telur, ikan, daging, udang, ayam..... wkwkwk.... bagi yang jarang makan prasmanan bisa kalap mata disini... semuanya tampak menggairahkan..... tertata rapi dan bersih....
Suap demi suap, nasi yang berlauk nikmat , dengan sayuran berbumbu mantap melaju mulus melalui kerongkongan omnivora. Setelah pertempuran seru selama 15 menit, naga di perut mr omnivora ditaklukkan dengan sukses.... puass.... Acara makan pagi dengan keluargapun berakhir dengan manis.
Happy Ending !!!
Yuk kita budayakan makan di tempat lokal....
Made in Indonesia always be better.....
Cintailah ploduk ploduk buatan Endonesiahh 
(siapa hayo yg logatnya begini?? hihihi....)











Friday, May 22, 2015

Sarapan pagi ala chinese fastfood :)

Lama juga saya ngga posting ya? hehehe... 

Jangan khawatir temans... 
kemampuan memamah biak mr.Omnivora tidak berkurang kok.... 

Cerita pagi ini diawali ketika Oom Omni mau nyuci mobil dan blom sempat sarapan di rumah, akhirnya mampirlah ke kedai Bubur Agus di jl.Simpang Wilis.

Pesan semangkuk bubur ayam spesial, 
Akhirnya muncul rasanya tidak berubah dari dulu. 
Bubur ayam ala jakarta.
Buburnya lembut dengan kaldu ayam yang terasa lembut , 
dengan topping you diao ( cakwe goreng ), suwiran daging ayam, daun bawang, caipo yang asin gurih, sepotong telur masak kecap dan emping belinjo renyah.


Penampakan lengkapnya disini hehehe....


Selain bubur, Mr. Omni juga pesan :
  1. Bakwan bentoel : umbi bentoel yang dijadikan bakso goreng dengan campuran udang
  2. Lumpia goreng : ala semarangan dengan isi rebung ayam + disiram saus taoco 
  3. Youdiao udang : daging ayam + udang cacah dimasukkan kedalam youdiao (chinese doughnut, orang Indo biasa menyebutnya cakwe ) lalu digoreng garing

Akhirnya lumayan juga sarapan hari ini :D

Seusai makan capcus meluncur menuju tempat cuci mobil D2 di Tidar
sambil nunggu libom dicuci lha kok perut laper lagi? kebiasaan buruk..... 

akhirnya naik ke lantai 2, ada cafe mini disana 
Langsung pesan club sandwich, 
enak banget + murah, ga sampe 20rb seporsi.... 
Tiga lapis roti yang diisi lettuce, daging, telur dan keju
didampingi potato chips kemasan.


akhirnya sekali dayung dua pulau terlampaui... 
mobil bersih dan naga di perut dapat dijinakkan dengan saksessss.... 
Demikian sekilas info, lain kali ketemu lagi di petualangan kuliner selanjutnya.... 

nite nite temanss..... #wareg&ngantuk


Saturday, May 2, 2015

Sajian Madura yang hanya ada di Malang

Nah lho.... bingung kan?

Begini ceritanya......

Mengukur panjangnya jalan sambil perut keroncongan itu bisa beresiko lho temans.... (resiko galau dan bingung mau kemana ‪#‎syndromegalau)

maka dari itu ketika seusai jadwal tugas pagi (nganter anak sekolah maksudnya), 

saat terasa perut menagih hak-nya, Oom Omni langsung mampir ke warung terdekat. 
Nasi Bok terdekat jawabannya. Sebenarnya ada beberapa tempat yang menjual hidangan satu ini, tetapi kali ini saya akan mengulas yang di pojokan jl, Bukit Barisan / Jl Klabat.
Kali lain akan saya bahas juga nasi bok di lokasi lainnya ^_^


Sebagai informasi tambahan, sajian ini dinamai nasi bok, karena dahulu yang jual biasanya adalah ibu2 dari suku Madura (Bok atau Ibuk) , anehnya ini hanya ada di Malang lho, bahkan di Madura pun , ada teman saya , ketika saya tanya tidak pernah tahu jenis makanan satu ini,  hehehe.... aneh ya.....

Langsung pesan 1 porsi dengan lauk kegemaran, tulang muda yang lezat, crunchy renyah dan selalu menggugah selera saya.....



Lauk lauk lainnya juga menggoda, ada gorengan ayam, empal daging, empal jantung, usus, babat dan jerohan lainnya..... mak nyusss sekali saudara.....



Condiment yang lengkap mulai dari sayur lodeh manisah atau lodeh nangka muda (tewel), serundeng kelapa gurih, rempelan / protholan peyek yang aduhai plus sambel terasi yang khas , semakin menambah nikmat sajian ‪#‎kulinerrakyat ini. 

Sepiring ditebus hanya dengan nominal 10-15rb tergantung jumlah lauk yg diambil, 

One dish meal ini benar benar memuaskan dari segi rasa, kualitas dan kuantitas :D

Monggo , saya sarapan dulu...... 

sepiring.... dua piring.... tiga piring.... hihihi...... 
habis berapa ya? rahasiaaa........

Thursday, April 30, 2015

Makanan khas nDeso yang nikmat

ketika berkelana sampai kabupaten, 
mampirlah diriku ke tempat yang asing, 
karena melihat banner yang menarik hihihi.....



masuk dalam sebuah warung dengan suasana rumahan
makanan yang disediakan ada beberapa mulai kare ayam sampai pecel
ternyata masakannya joss gandosss.... 

makan sepiring nasi krengsengan daging + 2 potong tempe 
dicecap citarasanya lekoh sekali :D
dagingnya empuk, bumbu meresap gurih
berpadu dengan nasi putih punel hangat
apalagi dengan tempe goreng yang renyah
tak terasa sesuap demi sesuap masuk mulut tanpa hambatan
eh kok masih kurang ya? ehhh...belum difoto..... habis..... 

akhirnya ronde kedua , 
pesan nasi kare ayam didampingi ceplok, bakwan, 5 krupuk blek2an 
tak lupa segelas es teh tawar. 
(karena mendadak haus hehehe)

daging ayamnya lembut sekali walaupun ayam kampung
dengan bumbu medok ala kare ayam khas nDeso, tapi nikmat sekali
ketika disuap dengan telur ceplok dan gorengan bakwan jagung panas
wuih.... paduan rasa dan teksturnya bener bener menggoda
rasanya bisa abis beberapa piring nih , hehehe......




total : 27rb semuanya? murah banget, harga warung daerah nih....

lokasi : warung Mak Ten, jl. Raya Pakisaji 
(kira kira 1.5km ke selatan dari pabrik gula kebonagung) 

ok temans temans? 
kalau berkunjung ke Malang selatan, tempat satu ini bisa jadi satu referensi jujugan
buka pagi sampai siang saja , menjelang sore sudah habis ^_^

Wednesday, April 29, 2015

Rawon Legenda @Rampal


Hai temans, jumpa lagi dengan Mr.Omnivora. Kali ini petualangan saya bersama seorang sepupu yg datang dari Idaho, USA, dengan satu misi wajib : mencicipi legenda kuliner yang ada di Malang.

Kami berlabuh di satu warung yang Oom Omni kategorikan #Legenda_Kuliner yaitu Warung Rawon & Soto Rampal, lokasinya di jl. Panglima Sudirman sebelah BCA perempatan Rampal. Ketika memasuki warung ini , terasa ada aura retro yang merebak dalam interiornya. Warung ini telah berdiri sejak lama, bahkan ketika saya masih SD tahun 80an, mr. Omni sering diajak makan oleh ortu atau kerabat di tempat ini. Tahun berapa berdirinya tempat ini nanti akan saya cari tahu :D

‪#‎hajar_bleh MODE ON. 
Langsung pesan nasi soto daging + nasi rawon dengan condiment babat rawis + empal daging kisi.
Rasa soto dan rawonnya enteng, bauran aroma yang menggoda, dengan kuah encer dan bumbu mlekoh tapi tidak kental. Ketika dimakan hangat dijamin tidak eneg. 






Yang membuat istimewa adalah babat rawis yang manis empuk dan empal daging bagian kisi yang banyak uratnya (otot?) sehingga terasa kenyil2 aduhai. dengan paduan rempah lengkap yang merasuk sampai ke seluruh serat dagingnya sehingga lezat menggoda.




Penjelajahan kuliner kali ini benar benar memuaskan lidah , perut dan penuh kenangan indah.... 
Paduan keseluruhannya? tentulah terangkum dalam satu kata : SEMPURNA...

Tuesday, April 28, 2015

Mabok Kepiting :D


Selamat pagi, jumpa lagi dengan saya, Oom Ronald si Omnivora. 

Petualangan kuliner kali ini saya menjelajah di Oro2 Dowoo (jl. Brigjen Slamet Riadi, Malang, no 74) dimana saya mabok kepiting, ya anda ngga salah baca : MABOK KEPITING. 

Karena di depot 74 ini hampir semua makanan mengandung kepiting. dimulai dengan nasi goreng kepiting (50rb) yang begitu lapisan atas nasi dikorek, dibawahnya gumpalan daging kepiting menggunung tersembunyi, demikian pula halnya dengan fuyunghai (45rb) yang benar2 campuran telur + kepitingnya membuat terlena. 






Untunglah saya dampingi pula dengan capcai goreng (35rb) yang segar, walaupun banyak bakso+udang, masih terasa segar nikmat mendampingi 2 hidangan lainnya yang sangat lezat . 




Saran : pesan teh tawar panas atau jeruk nipis, supaya tidak terasa eneg sebelum kenyang, karena porsi masing2 besar sekali (bandingkan dengan sendok disebelahnya). 

Breaking news : INI SEMUA HALAL. 
Segera meluncur yaaa........

Saturday, April 18, 2015

Penyetan Bu Kris yang menggoda

Edisi kelaparan di malam hari.

Kegiatan Oom Omnivora yang bertambah akhir2 ini (Puji Tuhan) membuat jadwal makan agak terganggu, kadang ngga sempat sarapan, makan telat dll......
 
Pelampiasannya ini yang agak gimana... wkwkwk.....

Sauh tertambat di resto tradisional penyetan "Bu Kris" jl Ciliwung , Malang
Akhirnya makan juga.... Tapi karena sudah beberapa saat tidak makan yang 'genah' jadi kalap dehhh.....

Pesan berbagai menu penyetan khas Bu Kris : udang penyet , terong crispy penyet, bakwan (bakso goreng) penyet , ayam gr penyet dan sayur asem.... pokok’e penyet dipenyet wess….

Over all semuanya enak, ayamnya empuk, terong crispynya gurih menggoda , sayur asemnya kecut segar, apalagi bakwan goreng dan udangnya, mantab sekali ….

Tetapi memang harus diakui, dengan berbagai varian makanan ini, yang jadi ‘lakonnya’ memang sambal terasi khas bu Kris dengan tingkat kepedasan 'sopan' yang cocok di lidah saya….

Dengan suasana resto yang nyaman semilir dan bersih, serta pelayanan yang ramah dan memuaskan, tak heran resto kapasitas 250 orang (kira kira saja) ini cukup ramai dipadati pengunjung yang datang silih berganti.

Budget kemarin abis sekitar 70rban termasuk nasi putih jumbo + es cincau jeruk jumbo
Puas dehhh… waktunya bobok… besok sibuk lagi kerjaan menanti…..

Salam Kuliner…….


Wednesday, April 15, 2015

Menguak kenangan masa kanak-kanak

Menguak kenangan masa kanak-kanak.

Ketika melintas di jalan tua kota tercinta, mata saya tertumbuk pada sebuah tempat makan yang telah Oom Omnivora kenal sejak balita.

Depot Semeru, yang telah berdiri sejak tahun 1980an, dahulu posisinya di pojok (sekarang LaiLai) kini posisinya geser di jl. Semeru 27, Malang.

Segera duduk dan pesan hidangan kegemaran, Roti Goreng, Weci Ayam dan Kacang Kuah (sweet peanut soup). wecinya gurih dan nikmat, Kacang kuah yang tersaji nasgitel ( panas, legi, lan kenthel ) sempurna bersanding dengan tekstur roti goreng empuk yang legit.

Seketika itu pula, kenangan masa kecil serasa berpendar di pelupuk mata.
kesan yang didapatkan? Priceless.....









Ini namanya Hua Sen Thang alias kacang kuah. Tapi jangan keliru nyebut Sen Hua Thang. Itu ramuan untuk nifas. Hahaha

NB : bagi beberapa kalangan, mungkin bisa dipertimbangkan makan disini, karena bila malam tiba, depot ini menjual makanan chinese yang beberapa menunya mengandung b2. ‪#‎just_info

Sunday, April 12, 2015

Kalimas, satu legenda kuliner yang ada di Malang

My first blog...... ^_^

Tulisan tulisan ini dibuat berdasarkan kegemaran saya berkelana menjajal jajanan sedap dan makanan khas ( terutama di daerah Malang dan sekitarnya )......  so? please do enjoy.....

First story


Ketika melintas di daerah Sukun, Malang, saat matahari mulai mengufuk barat, Mr Omnivora tertarik pada pemandangan yang cukup mengesankan. Seorang bapak tua mendorong gerobak berisi roti. Saat merapat, barulah tampak jelas merk rotinya : KALIMAS, salah satu merk roti lawas made in kota Malang aseli.

Sang bapakmenceritakan pada saya bahwa beliau sudah mulai menjajakan roti ini sejak tahun 70an. Dan Pak Saidi, sang bapak penjual ini sudah berumur 85 tahun wooowwww...

Dahulu beliau berputar menjajakan roti ini sampai ke area tengah kota , celaket , Tugu dan sekitarnya, tetapi sekarang, karena pertimbangan usia, beliau hanya berputar di area Sukun, Jagalan, Sawahan, dan Kidul Pasar saja.

Luar bisa semangat beliau dalam berkarya untuk keluarganya.....

Sekarang mari kita cicipi rotinya, roti keju yang saya beli rasanya cukup enak, teksturnya lumayan lembut walau tanpa pengembang berlebih, tapi memang kejunya tidak terlalu banyak, lumayanlah memang untuk harga tebus 7500 perak.

Semangat terus ya bapak, semoga selalu sehat..... ^_^